LIBURAN DI GREEN CANYON BERSAMA KELUARGA TERCINTA
![]() |
Green Canyon
|
Agustus 2010,
Sebenernya ini bukan kali pertama saya dan keluarga berlibur ke Pangandaran,
Jawa barat. Sekitar tahun 2008, pernah juga mengunjungi pantai yang berbatasan
langsung dengan Samudra Indonesia ini. Tapi waktu cuma main-main di
pantai Pangandaran, gak sempat jalan-jalan ke tempat-tempat wisata lain yang
ada di sekitar Pangandaran. Karena itu di liburan keluarga kali ini, saya
sempet cari tau dulu beberapa lokasi wisata yang berdekatan dengan Pangandaran.
naik mobil dari Jakarta sekitar 8 jam, Jumat tengah malam kami sampai di
lokasi wisata Pangandaran. gak ada yang bisa dilihat sih sesampenya di
Pangandaran, karena udah malem juga, so langsung deh cari hotel yang ada kamar
kosongnya. Berlibur saat liburan sekolah seperti di bulan Juni ini,
pastinya susah buat cari penginapan yang kosong, meskipun sudah telpon sejumlah
hotel sejak di Jakarta. Untungnya, malam itu setelah beberapa hotel/penginapan
kami datangi, ada juga yang masih menyisakan kamar kosong untuk kami berempat.
Aktivitas liburan dimulai di Sabtu pagi yang cerah. Banyak tawaran
aktivitas di sekitar pantai, mulai dari bersepeda, ATV, surving atau cuma
duduk-duduk di pantai sambil melihat matahari terbit. Kami memilih menyewa ATV
Rp 50.000,-/jam (itupun setelah tawar menawar dari tariff semula Rp
80.000,-/jam). Puas ber ATV ria, balik hotel & siap-siap ke “Green
Canyon”. Di musim libur sebaiknya sih berangkat lebih awal, karena antrian
naik perahu yang akan membawa kita menyusuri sungai menuju bebatuan stalaktit
hijau dan air terjun cukup panjang.
Perjalanan ke “Green Canyon” sekitar 20 menit dari
Pangandaran, dan dengan tiket Rp 75.000,- /perahu (berisi 4-7 orang),
perjalanan menyusuri sungaipun dimulai. Sayangnya karena liburan, nunggu
antrian naik perahunya sampe 1 jam loh, ampyun dehhh. tapi
gak sia-sia juga sih nunggu lama, karena sepanjang sungai yang kami
susuri, pemandangan hijaunya dedaunan bikin mata seger. Setelah menyusuri
sungai sekitar 15 menit, sampailah di lokasi bebatuan hijau stalaktit. Disini
lokasi terakhir parahu harus berhenti, dan penumpang boleh turun untuk berenang
menuju lokasi air terjun, tentu saja setelah dibekali pelampung dan nakhoda
perahu sekaligus menjadi pemandunya. Oh ya, jangan lupa menyisipkan tip untuk
nakhoda perahu yang selain memandu juga menunggu kita berenang mengikuti arus
sungai yang airnya berwarna hijau karena banyak tumbuh lumut. Untuk panduan
sekitar 30 menit menuju lokasi air terjun sambil berenang, tips nya sekitrar Rp
50.000,-. Puas berenang dan foto-foto, kami kembali ke dermaga untuk
melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata berikutnya “Pantai Karash”.
“Pantai Karash”, sekitar 15 menit dari Green Canyon. Lokasi pantai ini
konon dikenal oleh para penggemar surving dari manca negara karena ombaknya
yang cukup besar. Tidak ada yang bisa dinikmati selain pemandangan pantai dan
sejumlah penggemar surving yang berusaha mengalahkan ombak, soalnya kami kan
gak ada yang bisa surving, hehe. Tapi jangan salah, pemandangan pantai
lepas ke Samudra Indonesia plus batu-batu karang di sekitar pantai
menjadi oobyek foto yang cukup menyenangkan. Oh ya, santap siang di sini
menunya sea food jangan sampai dilewatkan, manteb banget. Sebenarnya
masih ada lokasi wisata lain di sekitar Green Canyon dan Pantai Karash
yang tidak sempat kami kunjungi karena waktu sudah menjelang sore, antara lain
: Karang Nini, Batu Hiu.
Hari berikutnya, Minggu pagi kami sudah siap di pantai pk 07.00 wib, untuk
menuju lokasi wisata lain yaitu : “ Pantai Pasir Putih” (cagar
alam). Pantai ini bisa ditempuh dengan dengan berjalan kaki
menyusuri pantai atau dengan perahu, tarifnya sekitar Rp 100.000,- sampai
Rp 150.000,-/pp. Dengan tarif ini, kita diantar menuju pantai pasir putih
dan dijemput lagi oleh perahu yang sama pada jam yang telah kita
tentukan. Di Pantai ini, aktivitas yang bisa dilakukan antara lain :
snorkling atau menyusuri pulau yang dijadikan cagar alam. Untuk
snorkeling, alat snorkeling dan pelampung bisa disewa dengan
tarif Rp 15.000,-. Selain menuju pantai pasir putih dari pantai pangandaran,
tujuan wisata yang juga bisa kita pilih adalah mengelilingi cagar alam
menggunakan perahu dengan tariff Rp 300.000,- berikut pemandu dan berhenti di
beberapa tempat di cagar alam tsb, antara lain : gua sarang wallet.
Itulah beberapa lokasi yang sempat kami kunjungi selama 3 hari 2 malam
berada di Pangandaran, Jawa Barat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar